Senin, 18 Februari 2013

Bahaya Rokok Bagi Kesehatan













  



Bahaya Merokok - Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan sang perokok maupun orang disekitarnya. Namun masih banyak yang mengabaikan bahaya rokok tersebut dan tidak peduli akan akibat yang disebabkan rokok.

Menurut hasil penelitian oleh King's College London, merokok bisa ''membusukkan'' otak dengan merusak memori, kemampuan belajar dan daya nalar. Subjek penelitian dilakukan terhadap 8.800 orang dengan rentan usia berkisar 50 tahun keatas yang mengalami tekanan darah tinggi dan kelebihan berat badan. Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa rokok juga mempengaruhi otak, meskipun dalam tingkat yang lebih rendah.

Bahaya rokok terhadap otak juga dikuatkan pendapat Komunitas Alzheimer yang mengatakan: ''Kami semua tahu, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan kelebihan berat badan adalah buruk untuk jantung. Penelitian ini menambah bukti bahwa mereka juga berpengaruh buruk untuk otak kita juga.''

Survey yang dilakukan oleh lembaga Gallup menunjukan bahwa para perokok aktif dan non-perokok (perokok pasif) sepertinya tidak menyadari bahay rokok tersebut.

Agar mendapatkan hasil yang akurat para peneliti tersebut memeriksa penanda toksin dari rokok dalam tubuh, yang disebut Cotinine. Para peneliti tersebut mengukur kadar cotinine dalam darah orang yang meninggal akibat rokok dan mendapati bahwa penyebab kematian paling tinggi lebih diakibatkan oleh dampak rokok terhadap paru-paru dibandingkan pada jantung.


Zat-zat Berbahaya pada Rokok






Hal yang harus benar benar dipahami yaitu ROKOK mengandungkurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan bahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar,nikotin,dan karbon monoksida.

Tar adalah hirokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen,dan mampu memicu terjadinya kangker paru-paru.

Selain yang disebutkan diatas berikut ini adalah sebagian dari bahaya akibat rokok:

Reproduksi dan Fertilitas
Dalam bungkus rokok tertera bahwa rokok dapat menyebabkan impoten. Hal ini benar adanya, dampak terhadap  reproduksi dan kesuburan sangat fatal. Merokok membuat seseorang beresiko lebih besar mangalami kerusakan sperma, mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan kanker testis.

Paru-paru
Para perokok beresiko terserang Paru Obstruktif Kronik (PPOK), yaitu penyakit progresif yang berdampak membuat seseorang sulit bernapas. Banyak perokok tidak menyadari ketika terserang penyakit ini dan ketika mereka sadar semua sudah terlambat. Tidak ada obat untuk penyakit yang satu ini dan tidak ada cara untuk memperbaiki  kerusakan yang diakibatkanya.

Kanker
Perokok aktif maupun pasif berpotensi menimbulkan kanker seperti kanker paru, nasofaring, lidah sampai lambung. Kanker lambung bisa terjadi disebabkan asap rokok itu sebagian tertelan dan merusak sel-sel selaput lendir di lambung dan mengubahnya menjadi sel kanker

Jantung
Perokok juga akan rentan terkena penyakit jantung dan stroke. Hal ini disebabkan oleh karbon monoksida dari rokok mengambil oksigen pada darah dan berdampak pada pengembangan kolesterol yang mengendap di dinding arteri.

Mulut dan Gigi
Zat zat berbahaya pada rokok juga dapat menyebabkan bau mulut dan gigi bernoda. Dalam kondisi yang semakin lama pada area ini akan peningkatan risiko mengembangkan kanker pada lidah, tenggorokan, dan bibir.

Kulit
Rokok dapat mengakibatkan kurangnya suplay jumlah oksigen ke kulit sehingga dapat mempercepat penuaan dan lama kelamaan kulit akan tampak abu-abu.

Tulang
Bahaya rokok pun berpengaruh pada tulang tubuh, tulang akan cepat lemah dan rapuh. Hal ini lebih berbahaya pada kaum hawa, 5-10% wanita peroko lebih memiliki resiko lebih besar mengalami osteoporosis dibandingkan wanita non-perokok.

Minggu, 17 Februari 2013

Jurnalistik TV (@_@)

 Jurnalistik TV dapat diartikan sebagai proses penulisan dan penyebarluasan informasi berupa berita, feature dan opini melalui media massa.

Dalam dunia jurnalistik TV, peran penting yang menjadi kunci sukses berita yang disampaikan kepada khalayak adalah seorang penyiar yang membawakan berita dan juga reporter yang menginformasikan berita dari lokasi kejadian.

Seorang jurnalistik TV harus memahami betul kriteria berita dan nilai berita sebelum mencari dan menulis berita. Tanpa memahaminya, maka berita yang akan dicari dan disajikan belum tentu berguna dan menarik bagi pemirsa. Apalagi setiap hari dunia ini akan dipenuhi dengan ragam berita.


KODE ETIK JURNALIS TELEVISI INDONESIA   \(^_^)/
 

MUKADDIMAH
Untuk menegakkan martabat, integritas, dan mutu Jurnalis Televisi Indonesia, serta bertumpu kepada kepercayaan masyarakat, dengan ini Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menetapkan Kode Etik Jurnalis Televisi, yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh jurnalis Televisi Indonesia.

Jurnalis Televisi Indonesia mengumpulkan dan menyajikan berita yang benar dan menarik minat masyarakat secara jujur dan bertanggung jawab.


BAB I KETENTUAN UMUM


Pasal 1
Kode Etik Jurnalis Televisi adalah pedoman perilaku jurnalis televisi dalam melaksanakan profesinya.

BAB II KEPRIBADIAN


Pasal 2
Jurnalis Televisi Indonesia adalah pribadi mandiri dan bebas dari benturan kepentingan, baik yang nyata maupun terselubung.
Pasal 3
Jurnalis Televisi Indonesia menyajikan berita secara akurat, jujur dan berimbang, dengan mempertimbangkan hati nurani.
Pasal 4
Jurnalis Televisi Indonesia tidak menerima suap dan menyalahgunakan profesinya.


BAB III CARA PEMBERITAAN


Pasal 5
Dalam menayangkan sumber dan bahan berita secara akurat, jujur dan berimbang, Jurnalis Televisi Indonesia :
a. Selalu mengevaluasi informasi semata-mata berdasarkan kelayakan berita, menolak sensasi, berita menyesatkan, memutar balikkan fakta, fitnah,cabul dan sadis. b. Tidak menayangkan materi gambar maupun suara yang menyesatkan pemirsa. c. Tidak merekayasa peristiwa, gambar maupun suara untuk dijadikan berita. d. Menghindari berita yang memungkinkan benturan yang berkaitan dengan masalah SARA. e. Menyatakan secara jelas berita-berita yang bersifat fakta, analisis, komentar dan opini f. Tidak mencampur-adukkan antara berita dengan advertorial. g. Mencabut atau meralat pada kesempatan pertama setiap pemberitaan yang tidak akurat dan memberikan kesempatan hak jawab secara proorsional bagi pihak yang dirugikan. h. Menyajikan berita dengan menggunakan bahasa dan gambar yang santun dan patut, serta tidak melecehkan nilai-nilai kemanusiaan. i. Menghormati embargo dan off the record.

Pasal 6

Jurnalis Televisi Indonesia menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Pasal 7
Jurnalis Televisi Indonesia dalam memberitakan kejahatan susila dan kejahatan anak dibawah umur, wajib menyamarkan identitas wajah dan suara tersangka maupun korban.
Pasal 8
Jurnalis Televisi Indonesia menempuh cara yang tidak tercela untuk memperoleh bahan berita.
Pasal 9
Jurnalis Televisi Indonesia hanya menyiarkan bahan berita dari stasiun lain dengan izin
Pasal 10

Jurnalis Televisi Indonesia menunjukkan identitas kepada sumber berita pada saat menjalankan tugasnya.
BAB IV SUMBER BERITA

Pasal 11

Jurnalis Televisi Indonesia menghargai harkat dan martabat serta hak pribadi sumber berita.
Pasal 12

Jurnalis Televisi Indonesia melindungi sumber berita yang tidak bersedia diungkap jati dirinya.
Pasal 13

Jurnalis Televisi Indonesia memperhatikan kredibilitas dan kompetensi sumber berita.

BAB V KEKUATAN KODE ETIK


Pasal 14

Kode Etik Jurnalis Televisi ini secara moral mengikat setiap Jurnalis Televisi Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)

Jakarta, 9 agustus 1998 Ditetapkan kembali dalam Kongres ke-2 IJTI pada tanggal 27 Oktober 200, dan dikukuhkan kembali dengan perubahan seperlunya pada kongres ke-3 IJTI di Jakarta pada

Dengan blog ini, mari belajar Jurnalistik TV  :) 




More Articles :

Generasi Faceb00k o///o






 >.<, o_O, O.O,
Begitu kuatnya facebook berhasil menyihir hati kita semua, terbukti bahwa masyarakat pengguna sistim ini, menurut survey pada tahun 2009 berjumlah mencapai 235 juta penduduk dunia ( hampir menyamai penduduk USA). Bahkan lebih mengejutkan lagi, memasuki tahun 2010 ini,pengguna facebooker telah tembus hingga mencapai setengah milyar masyarakat dunia, dengan jumlah “log in” aktif sebesar 50% dari keseluruhan facebooker dan 70% diantaranya adalah facebnooker dari luar Amerika. Jumlah tersebut bervariasi lintas gender, remaja hingga orang dewasa dengan tidak memandang jenis profesi. Hal ini tentunya membawa konsekuensi bahwa facebook, bakal menjadi sistim komunikasi dan informasi yang membentang menembus tembok budaya, bahasa, geografis, kedaulatan negara serta perdaban social seantero bumi ini.
 Dengan bekal pembelajaran social yang akurat, cermat dan bersinergi tinggi, maka pada jaman apapun akan mampu membentuk masyarakat yang berfitur sosiologis yang baik. Lantas bagaimana dengan pendidikan modern, yang dilangsungan di tengah era tehnologi informasi dan komunikasi yang super canggih, seperti misalnya penggunaan aplikasi facebook untuk sebagian besar masyarakat kita, yang sudah terlanjur menggandrungi facebook tersebut sebagai alat komunikasi.

Khusus untuk penunjang sistim komunikasi ini, semakin canggih, efisien, cepat serta murah, semakin pula banyak “ekses negatip” yang ditimbulkan. Sistim informasi dan komunikasi tersebut adalah “situs pertemanan facebook”. Sebagai sistim yang banyak menarik kegandrungan masyarakat dunia terlebih-lebih bagi facebooker remaja kita (sebesar 40,1 % dari seluruh facebooker).
Dengan jumlah facebooker yang mencapai hamper 23 juta maka diluar dugaan Indonesia menjadi 10 negara terbesar pengguna bersama dengan. AS, Inggris, Turki, Perancis, Canada, Itali, Spanyol, Australi dan Pilipina. Perkembangan facebooker ini melesat dari tahun ke tahun, mulai hanya 831 ribu facebooker pada tahun 2008 hingga mencapai jumlah 22 juta pada tahun 2010 ini dan diprediksi akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Lantas kitapun mesti harus mempersiapkan mental kita, apabila sebagian besar pengguna facebook adalah remaja putra putri kita. Akses negatip apa yang bakal menerpa mereka.

٩(๏͡๏̯͡)۶
Memang perlu kita waspadai bahwa semenjak masyarakat Indonesia mengenal telepon seluler, kemudian internet dan terakhir adalah facebooke, sedikit banyaknya sistim tersebut telah mengubah perilaku mereka. Betapa tidak, mereka ibaratnya telah menjadi bagian masyarakat yang tidak lagi interaktif dan komunikatif dengan lingkungan sosialnya dan pada gilirannya nanti bakalan menjadi masyarakat dengan fitur sosial yang

tanpa kepedulian sesama, pengaruh ini sudah barang tentu akan signifikan terhadap remaja. Karena mereka hanya bersedia berinteraksi dengan komunitasnya yang berada dalam satu sistim.





Lihat juga :)

Salah satu bagian jusnalistik


jurnalistik
foto-foto jurnalistik


Sabtu, 16 Februari 2013

" CIRI-CIRI JURNALISTIK "





 ٩(๏͡๏̯͡)۶Ciri-cirinya Bahasa Jurnalistik

Bahasa jurnalistik merupakan bahasa komunikasi massa sebagai tampak dalam harian-harian surat kabar dan majalah. Dengan fungsi yang demikian itu bahasa jurnalistik  itu harus jelas dan mudah dibaca dengan tingkat ukuran intelektual minimal. Menurut JS Badudu (1988) bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas yaitu singkat, padat, sederhana, lugas, menarik, lancar dan jelas. Sifat-sifat itu harus dimiliki oleh bahasa pers, bahasa jurnalistik, mengingat surat kabar dibaca oleh semua lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya.

beberapa ciri yang harus dimiliki bahasa jurnalistik di antaranya:
1. Singkat

Bahasa jurnalistik harus singkat, artinya bahasa jurnalistik harus menghindari penjelasan yang panjang-panjang dan bertele-tele.

2. Padat

Bahasa jurnalistik juga harus padat, artinya bahasa jurnalistik yang singkat itu harus sudah mampu menyampaikan informasi yang selengkap-lengkapnya dan sepadat-padatnya. Semua informasi yang diperlukan pembaca harus sudah tertampung di dalamnya. Dalam istilah jurnalistik, artinya ia harus memenuhi syarat 5 W+ 1 H – sudah mampu menjawab pertanyaan apa (what), siapa (who), di mana (where), kapan (when), mengapa/apa sebabnya (why), dan bagaimana/apa akibatnya (how).

3. Sederhana

Bahasa jurnalistik yang sederhana, artinya bahasa jurnalistik harus sedapat-dapatnya memilih kalimat tunggal yang sederhana. Kalimat tersebut bukan kalimat majemuk yang panjang-panjang, rumit, dan kompleks, apalagi sampai beranak cucu. Kalimat yang efektif, yang praktis, yang jurnalistis ialah kalimat yang sederrhana dengan pemakaian/pemilihan kata yang secukupnya saja, tidak berlebihan, dan berbunga-bunga (bombastis).

4. Lugas

Bahasa jurnalistik harus lugas, artinya bahasa jurnalistik itu harus mam jhmpu menyampaikan pengertian atau makna informasi secara langsung, dengan menghindarkan bahasa yang berbunga-bunga (bombastis).

5. Menarik

Bahasa jurnalistik harus menarik, artinya bahasa jurnalistik selalu memakai kata-kata yang masih hidup, tumbuh, dan berkembang, menghindari kata-kata dan ungkapan-ungkapan klise yang sudah mati. Tuntutan menarik inilah yang membuat bahasa jurnalistik harus selalu mengikuti perkembangan bahsa yang hidup di tengah-tengah masyarakat, termasuk istilah-istilah menarik yang baru muncul.




 @syarat seorang jurnalis
 


  •       Vitalitas  : Makna vitalitas disini berarti seorang jurnalis dituntuk untuk mempunyai mobilitas yang tinggi dan memiliki fisik yang mumpuni.

  •         Rasa ingin tahu (wants to know) : Tentu saja seorang jurnalis harus mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Karena rasa ingin tahu inilah yang menjadi ‘bahan bakar’ para jurnalis dalam setiap usahanya mencari fakta-fakta yang ada.

  •         Kepekaan (human interest) : Arti kepekaan disini yaitu seorang jurnalis paham perasaan atau emosi dari subjek berita. Selain itu seorang jurnalis juga wajib berpedoman pada nilai-nilai kemanusiaan yang ada, tanpa ada keberpihakan pada suatu golongan.

  •         Rasionalitas dalam mempertimbangkan fakta : Seorang jurnalis wajib menggunakan akal sehat dalam menyampaikan fakta-fakta yang ada, bukan menggunakan emosi atau perasaan subjektif belaka.
pelajari juga :
 Syarat Utama Menjadi Jurnalis 
Pertanyaan Terselesaikan 
Dasar jurnalistik  

JURNALISTIK ( Berdiri, berlari,mengejar informasi )

jurnalistik merupakan suatu aktifitas dalam menghasilkan berita maupun opini mulai dari perencanaan,peliputan dan penulisan hasil nya di siarkan kepublik atau khalayak pembaca melalui media atau pers dengan kata lain jurnalistik merupakan proses aktif untuk melahirkan berita.

fungsi pers dalam jurnalistik :
  1. menyiarkan informasi
    hal ini merupakan fungsi yang pertama dan utama kerena khalayak pembaca memerlukan informasi mengenai berbagai hal di bumi ini.
  2.  mendidik ( to edukate )
    artinya sebagai sarana untuk pendidikan massa ( mass education ) apa pun isi dari media atau hal yang di muat dalam media mengandung unsur pengetahuan khalayak pemebicara pengetahuan nya .
  3. menghibur ( to entertaint) khalayak pembaca selain membutuhkan informasi juga membutuhkan hiburan ini juga menyangkut insani.
  4.  mempengaruhi control sosial


    tidak dapat dipunkiri dalam kehidupan ini ada kejanggalan-kejanggalan baik langsung atau tidak langsung , berdampak pada kehidupan sosial pada fungsi ini media di ungkapkan menjadi kontrol sosial yang karena isi dari media sendiri bersifat mempengaruhi.



    sifat berita

      • mengarahkan (directive )
        karena suatu berita ini dapat mempengaruhi khalayak,baik disengaja maupun tidak disengaja . maka suatu berita itu sifatnya mengarahkan.
      •    membangkitkan perasaan ( effective )
        melalui berita ini dapat membangkitkan perasaan publik
      • memberikan informasi ( informative )
        berita ini harus memberi informasi tenetang keadaan yang terjadi sehingga memberi gambaran jelas dan pengetahuan public.

          }Tekhnik Wawancara

           @ Menguasai permasalahan

        Ini penting untuk menghindari Miss Understanding antara pewawancara dan yang diwawancarai.

            1. Ajukan pertanyaan yang lebih spesifik


           2. Pertanyaan yang lebih spesifik akan lenbih membantu dan mempermudah dalam mengarahkan topic pembicaraan


           3. Jangan menggurui


           4. Karena wawancara bukan proses tanya jawab, tetapi aktifitas membangun ingatan terhadap peristiwa yang baru terjadi atau telah lampau.
         

"JURNALISME"




kewartawan atau jurnalisme  journal adalah catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari atau juga bisa berarti sebagai surat kabar. jurnal berasal dari istilah bahasa latin diurnalis yang berati orang yang melakukan jurnalistik.
Di indonesia dahulu jurnalistik dikenal dengan publistik,dua istilah ini awal nya biasa di pertukarkan dan hanya berbeda asal nya saja, namun beberapa kampus di indonesia sempat menggunakan nya karna berkiblat kepada sejarah sejarah jurnalistik di Eropa  serta seiring berjalan nya waktu istilah jurnalistik muncul di amerika serikat dan menggantikan publistik dengan jurnalistik . jurnalistik juga digunakan untuk membahas ilmu komunikasi serta seorang jurnalistik harus mampu mengusai materi-materi untuk menjadi seorang pewawancara yang baik n pemberi wawancara agar dapat memberikan informasi secara lisan dengan tujuan mendapatkan data yang menjelaskan permasalahan peneliti, wawancara merupakan salah satu cara atau metode yang di gunakan untuk memepetoleh data dan informasi,
Dapat disimpulkan bahwa wawancara adalah suatu proses kegiatan komunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih dengan tujuan-tujuan yang di harapkan.

A. dalam melakukan wawancara ada 3 landasan yang harus di pegang seorang wartawan, yaitu :
  • landasan sosiologi
    berupa pengumpulan data , fakta, atau informasi  yang hanya di dapatkan dengan cara menggali nya ,yaitu bertanya kepada yang tahu ( nara sumber ).
    tugas seorang wartawan yang terutama adalah bertanya,menggali, dan melaporkan kepada pembaca / pendengar. wawancara adalah salah satu bentuk hubungan atau interaksi sosial yang terjadi untuk melakukan tukar pengalaman , pemikiran , atau perkenalan dan juga berbagai pengetahuan.
  • landasan historis
    sebelum melakukan wawancara hendaknya wartawan mencari data atau informasi tentang nara sumber atau jika melakukan tugas liputan ke daerah , kenali terlebih dahulu potensi atau medan yang akan di kunjungi . dengan begitu anda sudah memiliki bekal sebelum melakukan wawancara dengan nara sumber . persiapan segala sesuatu yang berkaitan dengan daftar  pertanyaan yang akan anda ajukan.
  • landasan yudiris
    dalam undang-undang NO 40 Tahun 1999 tentang pers, wartawan mendapatkan kebebasan untuk mencari dan menggali informasi serta menyebarluaskan nya.

    B. jenis wawancara televisi

    1.   Eksposure interview
      menanyakan hal-hal yang di sembunyikan oleh nara sumber (wawancara ini merupakan wawancara yang sulit ).
       a.bisa di lapangan
       b.bisa di studio
    2. informatif interview
      misalnya wawancara dengan seorang saksi mata
      a. bisa dilapangan
      b. bisa di studio
    3. reaktif interview
      wawancara yang dilakukan untuk merespon hal-hal yang muncull seketika.
    4. doorstep interview
      wawancara yang dilakukan secara bergerombol, seorang narasumber diberondong wawancara oleh puluhan reporter ( hal ini merupakan fenomena yang terjadi pada jurnalisme TV ).


     menurut sifat nya wawancara TV dibagi :
    • wawancara spontan di lokasi /lapangan
      reporter melakukan wawancara sepontan dilapangan karena hanya memerlukan unkapan " soundbyte" singkat dari nara sumberuntuk menyimpulkan sudut pandang mengenai suatu isu dalam waktu sesegera mungkin . soudbyte singkat ini akan di masukkan ke dalam berita sebagai pelengkap atau penguatt berita. meski melakukan nya secara sepontanitas saat meliput dilapangan reporter harus melakukan persiapan , meng updata data dan informasi yang berkaitan dengan apa yang akan di liput serta mancari siapa saja nara sumber yang akan hadir.
    • wawancara di studio
      wawancara di studio disiapkan dengan lebih terencana , baik tujuan untuk apa, siapa saja nara sumbernya dan biasan nya memiliki ketersediaan waktu yang lebih panjang dari waktu wawancara di lokasi/lapangan.wawancara di studio dilakukan untuk membahas dan mengulas secara lebih mendalam mengenai suatu masalah yang sedang mengemuka saat ini sebagau update yang lebih komprehensif dengan melibatkan seluruh nara sumber yang terkait dengan topic pembahasan, sehinga dapat dicapai suatu solusi dari sebuah masalah atau kesepakatan dan pertimbangan -pertimbangan untuk dijadikan solusi di akhir program Talk show.
    • wawancara telepon
      wawancara ini dilakukan dalam kondisi darurat ,mengutamakan aktualitas dan kecepatan berita,namun nara sumber secara geografis tidak dapat di jangkau atau di hadirkan distudio.
      resiko melakukan wawancara melalui telefon adalah gangguan  kualitas suara atau gangguan saluran telefon sewaktu-waktu. namun kendala dan resiko tersebut dapat di atasi dengan cara merekam terlebih dahulu, sesingkat mungkin, sehingga apabila ada gangguan kualitas suara dapat di ulangi.
    • wawancara konferensi
      wawncara ini dilakukan dalam sebuah forum panelis atau Press Conference, baik direkam maupun disiarkan langsung secara real time dari tempat konferensi. wawncara knferensi merupakan wawancara kelompok yang biasanya dimulai dengan steatment atau penjelasan oleh seorang / bebrapa orang ,dan diikuti dengan sesi tanya jawab terbuka dan banyak reporte.

      Add caption
      1. manfaat kode etik jurnalistik
      2. Sejarah dan devinisi bahasa jurnalis
      3. Kedai jurnalis yang handal
      4. Kehidupan jurnalistik
      5. jurnalist televis
      6. makalah jurnalistik

Indihome Newsletter No.2/2016

Talk Fusion Video Newsletter: Indihome Newsletter No.2/2016 : Talk Fusion Video Newsletter: Indihome Newsletter No.2/2016